Sudah sebulan lebih sejak saya mengandung calon anak ke empat, susah tidur cepat dan bangun selalu siang.
Akhirnya sempat jadi ribut sama kepala keluarga. Gara-gara sulit bangun shubuh dan telat shalatnya.
Tapi boleh jujur ya, tidak bisa shalat tepat waktu, apalagi sampai kemudian tertinggal karena uzur yang dibuat-buat itu menyediakan alur cerita hidup yang kurang enak untuk disampaikan. Banyak kegagalan mengikuti disana, banyak keputusan yang salah, banyak penarikan ketidak percayaan dari sesama manusia.
Kalau ada yang bilang, shalat itu ibadah individualisme (termasuk saya suka bilang begitu) maka itu benar adanya dan silakan merasakan sendiri perbedaannya saat menyengajakan shalat tepat waktu dengan tidak, saat menegakkan shalat 5 waktu beserta shunnahnya dengan yang sengaja meninggalkannya dengan alasan uzur yang tidak bisa diterima.
Hayya Ala shalah....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar